Indonesia | English
1616
   Dul Dan Betawi
Setiap Hari Senin - Jumat mulai pkl 15.30 WIB

Setiap Hari Senin - Kamis mulai pkl 15.30 WIB

 

Episode 1

 

Si Dulbaru pulang sekolah, ketika berjalan melewati Internasional School ada seorang anak kecil COWOK 6 tahun, nangis karena layangannya terbang masuk ke dalam area sekolah bule itu. Si Dul merasa kasihan dan langsung menolong mengambilkan layangan. Di gerbang sekolah Si Dul tidak diperbolehkan masuk oleh Security, si Dul di usir… Si Dul nekat, manjat pohon dan manjat tembok… akhirnya si Dul bisa masuk ke dalam sekolah tanpa diketahui security.

Di dalam sekolah, si Dul di cegat oleh anak-anak bule yang tinggi gede, si Dul tak gentar, ia malah menantang utuk duel satu lawan satu, di jawab tertawaan dan hinaan. Saat mereka mau mengeroyok, dicegah sama JOHN, Seorang Indo blasteran, yang rupanya cukup disegani oleh kawan-kawan bulenya. John ini gengsi kalo temannya mengeroyok anak kampung kecil kayak Dul. Si John meminta Dul untuk memilih 1 lawan di antara mereka, dan ternyata si Dul lebih memilih melawan John yang nota bene badannya lebih besar.

Setelah memberikan layangan pada anak kecil itu, si Dul lantas pergi menuju tempat duel yang sudah ditentukan. Perkelahian terjadi… Dul ternyata bisa bela diri, gerakannya mirip silat, kungfu dll. Meskipun badan lebih kecil tapi Dul lincah, dan bisa memanfaatkan sekitarnya. Perkelahian berlangsung cukup alot, mereka bergumul, saling dorong, loncat berlarian di antara pepohonan hingga ke jalan. Berseliweran di sela-sela orang lewat dan Tukang Jajanan.

Perkelahian ini tidak ada yang menang, keduanya lunglai kecapean, di saat itulah Si Dul dan John, yang nama lengkapnya John Betawi, berkenalan sambil tertawa karena banyak adegan-adegan lucu yang terjadi saat mereka berkelahi.

Pertemanan Si Dul dengan Betawi mengherankan bagi SOMAD, teman sekolah Dul yang dikenal nakal dan sok jago. Saat itu Somad sedang mengganggu JENNIFER teman sekolah John Betawi, kontan saja Betawi  menolong Jennifer, Somad menantang Betawi berkelahi, tapi ditengahi sama Dul. Somad mencibir Dul yang bergaul sama anak-anak bule.

Tapi bagi si Dul berteman boleh sama siapa saja tanpa melihat suku, ras, agama, kaya atau miskin. Sejak saat itulah Somad menjaga jarak dengan Si Dul, dan membenci John Betawi.

 

Episode 2

 

Betawi yang sudah berteman akrab mengajak Dul bermain ke rumahnya. Dul bengong melihat rumah Betawi yang gedongan dengan perabotan yang serba modern hingga Dul sempat salah kaprah memainkan perabotan canggih tersebut dan menimbulkan kelucuan (pake shower kepanasan/basah, hairdryer, vacum cleaner, dsb). Betawi lalu menjamu Dul makan siang bersama keluarganya, Dul yang agak “slengean” makan seenaknya pake tangan sambil tumpang kaki. Keluarga Betawi heran melihat tingkah Dul yang berbeda dengan culture mereka. Betawi lalu mengajarkan Dul table manner, tapi Dul malah ribet dengan segala aturan tersebut hingga menimbulkan gelak tawa.

Dul menceritakan hal tersebut pada teman-temanya, kontan hal itu membuat Jennifer iri karena ia yang sudah lama berteman bahkan naksir pada Betawi tak pernah diajak ke rumahnya.

Beberapa hari kemudian, giliran Dul yang mengajak Betawi main ke rumahnya dan menjamunya makan siang. Betawi sempat heran dan coba mengikuti culture Dul waktu datang ke rumahnya dengan makan pake tangan, tapi justru keluarga Dul makan pake sendok soalnya yang mereka makan itu sayur hingga menimbulkan gelak tawa. Betawi juga sempat salah kaprah melihat barang-barang di rumah Dul yang dipenuhi barang antik khas betawi (Betawi memainkan tanjidor tapi ngaco, Engkong mengajarkan nilai-nilai budaya sebagai orang betawi).

Ketika mereka sedang seru, tiba-tiba Asri datang meminta bantuan Dul mengajarinya PR bahasa Inggris. Dul malah ampun dan meminta Betawi yang jago bahasa Inggris untuk mengajari Asri. Betawi terpesona melihat kecantikan Asri, ia mulai kikuk dan percik-percik “cinta monyet” itu mulai timbul. Tapi ketika itu Engkong Rojali malah meledeki Dul kalo Asri itu calon jodohnya nanti. Betawi sempat kecewa mendengarnya, tapi ketika ia tanya Dul malah menanggapinya cuek “masa masih kecil udah mikirin kawin?”. Betawi pun lega...

Disini mulai terlihat percik-percik “cinta monyet” mereka antara Jessica yang menyukai Betawi, tapi Betawi lebih menyukai Asri. Asri yang menyukai Dul, tapi Dul lebih simpatik pada Cynthia, sementara Cynthiasendiri terus dikejar-kejar Somad yang tergila-gila padanya. 

 

Episode 3

 

Cynthia yang beberapa hari lagi akan merayakan Hari Ulang Tahunnya berniat untuk mengundang teman-teman sekolahnya. Somad yang naksir Cynthia, sudah lebih dahulu memberikan kado, tapi ditolak Cynthia, karena dibilang itu pamali, Somad pun dongkol. Saat Cynthia sedang membagikan kartu undangannya pada teman-teman di sekolahnya ia dicemooh beberapa teman laki-lakinya, yang menyinggung masalah etnis, karena memang Cynthia keturunan Tionghoa. Dul yang kebetulan ada di situ membelanya, malah menantang mereka untuk berkelahi tapi Cynthia mencegahnya. Sejak itulah  Cynthia kagum pada Si Dul.

Si Dul bingung hendak memberi kado apa untuk Cynthia, lalu Dul mengajak Asri pergi ke mall untuk mencari kado buat Cynthia. Saat di mall mereka bertemu dengan Betawi yang sedang mencari buku bersama Jeniffer. Betawi pun dikenalkan pada Asri. Tanpa disengaja mereka bertemu Somad dan Bara yang juga sedang membeli kado untuk Cynthia. Somad menyombongkan diri pada Dul, karena ia akan beli kado yang mahal buat Cynthia. Dul juga tidak mau kalah, apa yang di ambil Somad, Si Dul juga ambil yang lebih mahal, tapi malah minta Betawi yang membayarkannya.

Si Dul mengajak Betawi untuk menemani pergi ke ulang tahunnya Cynthia karena selain sudah bayarin kadonya Cynthia. Jeniffer memaksa untuk ikut, mau tidak mau Betawi mengiyakannya. Saat di pesat ulang tahun Asri akan memimpin menyanyi lagu Happy Birthday, tapi Si Dul malah menyuruh Asri untuk duet bersama Betawi, yang jadi salah tingkah karena Betawi memiliki suara yang merdu. Akhirnya Betawi dan Asri menyanyi bersama dan Jeniffer bete. Ketika pemotongan kue ulang tahun, Cyntia memberikan kepada orang yang paling disayanginya yaitu orang tuanya, Handi Liem dan Mey Mey.

Kemudian Cynthia kembali memotong kue dan memberikan pada teman yang paling istimewa. Somad menyangka Cynthia akan memberikan kue itu padanya, tapi ternyata Cynthia malah memberikan kue itu pada Dul. Somad sangat kesal dan cemburu, dan sejak itu Somad dan Si Dul menjadi seteru.

 

Episode 4

 

Sekolah Dul mengadakan event “Go Green”  dengan bekerja bakti membersihkan sekolah dan menanam pohon.

Sementara perseteruan Dul dan Somad semakin seru dan akhirnya di acara itu, mereka pun berkelahi (adegan action). Akibatnya banyak tanaman-tanaman yang sudah ditata malah hancur terinjak-injak oleh mereka berdua. Bu guru Astuti marah. Akhirnya kedua orang tua mereka pun dipanggil menghadap ke sekolah. Mereka berdua ditahan di ruang guru, tidak boleh pulang sebelum orang tua mereka datang.

Di lain tempat, Betawi muncul di depan sekolah untuk mencari Asri. Sejak kejadian Betawi nyanyi bersama Asri di ulang tahun Cyntia, Betawi mulai menaruh hati ke Asri. Makanya hari itu Betawi pura-pura mau mengajak Dul pulang bareng, padahal mau ketemu Asri.

Halimah dan Engkong datang ke sekolah, mereka bertemu ayah Somad yang bernama SABENI.

Pada saat Sabeni datang, mereka spontan memasang kuda-kuda, siap menyerang. Untunglah situasi yang tegang itu bisa diatasi oleh Halimah. Tapi ternyata mereka pun janjian untuk duel.

Enyak Halimah akhirnya cerita, Sabeni sebenarnya mantan murid Engkong yang dulu dikeluarkan karena pernah memakai ilmu silatnya untuk hal yang tidak baik.

Pertarungan antara Rojali Vs Sabeni pun terjadi, untunglah ada Halimah dan Bu Astuti yang bisa melerai mereka. Akhirnya Engkong Rojali dan Dul dihukum oleh Halimah tidak boleh menggunakan ilmu silat.

 

Episode 5

 

Dul berkelahi lagi. Kali ini dengan Bara yang menjadi tamengbagi Somad. Halimah marah besar lalu menghukum Dul, tidakboleh keluar rumah. Dul berusaha membela diri, tapi tidakberhasil. Bahkan Rojali yang berusaha untuk membela pun malahkena hukuman Halimah untuk menjaga warung. Betawi datang kerumah Dul, tapi Dul menolak untuk bermain di luar rumahkarena sedang dihukum. Alhasil, Betawi dan Dul hanya bermaindi halaman rumah. Asri datang, hal ini membuat Betawi senang.Tapi saat yang sama Halimah mengajak Dul ke pasar untukmenemaninya. Dul hendak menolak, tapi Halimah memaksa. Betawidiajak ke pasar. Rojali dan Asri dititipi warung oleh Halimah.

Sementara itu Somad harus ke supermarket untuk membeliTelor dan Sayuran, Babehnya menyuruh karena pembantunyalagi tidak ada. Saat di supermarket Bara melihat Jenniferyang sedang membeli sesuatu. Bara berusaha menghindarsambil mengendap-endap tapi malah menyenggol Jennifer yangsedang menelpon, dan HANDPHONEnya pun terjatuh hinggarusak. Bara merasa bersalah lalu meminta maaf tapi Jenniferminta ganti, namun Bara tidak punya duit. Jennifer punmemberi keringanan dan meminta Bara untuk membetulkannya.Somad melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk pergi kerumah Cynthia. Di sana, Jennifer bisa memperbaiki hape ditoko ponsel milik Handi, papahnya Cynthia. Jennifer danBara setuju.

Belanja di pasar tradisional menjadi pengalaman baru bagiBetawi. Ia yang terbiasa mengantar ibunya belanja di supermarket, mengalami pengalaman yang tidak biasa. Pasar yangramai, panas dan tidak teratur menjadi daya tariktersendiri bagi Betawi. Apalagi ketika ia mengantar Dulbelanja. Dul begitu ngotot menawar harga barang yangdianggapnya sudah murah. Bahkan hanya selisih dua ratusrupiah. Puncak ketakjuban Betawi belanja di pasartradisional adalah ketika ia melihat Halimah dipalakpreman. Dul dan Betawi spontan berusaha untuk menolongHalimah.

Mereka berusaha untuk mengalihkan perhatian para premandengan melemparnya dengan batu. Alhasil kedua Preman yangsedang memalak Halimah beralih mengejar Dul dan Betawi.

Jennifer dan Cynthia asyik ngobrol tentang hobi danpengalaman mereka, sedangkan Somad yang gagal mendapatkanperhatian Cynthia menggoda Bara. Somad menuntut Bara untukbertanggungjawab atas perbaikan hape milik Jennifer yangsedang diperbaiki Handi. Bara harus membayar biayaperbaikannya. Bara terkejut. Ia tidak punya uang. Barahendak pinjam uang pada Somad, tapi Somad tidak memberinya.Ketika Bara memakan kue suguhan Ci Meymey, mamihnyaCynthia, Somad sekali lagi menggoda bahwa kue-kue itu tidakgratis, melainkan dagangan Ci Meymey yang harganya seribuper buah. Bara yang sudah makan lima kue, merasa khawatirkarena ia sungguh-sungguh tidak punya uang.

Dul dan Betawi merasa tenang ketika mereka lolos darikejaran para preman. Dul dan Betawi lalu memutuskan untukpulang ke rumah. Tapi tiba-tiba dua preman yang mengejarDul dan Betawi muncul lagi. Dul dan Betawi kembali berlarike rumah. Untung di rumah ada Rojali yang ketika mendengarteriakan minta tolong segera bereaksi dan menghajar parapreman.

 

Episode 6

 

Meskipun DUL sudah tahu bahwa Halimah juga bisa silat (episode sebelumnya). Halimah marah apabila Dul masih terlihat latihan silat. Halimah menyuruh Dul untuk cari hobi lain yang lebih berguna. Secara kebetulan di sekolahnya mengadakan audisi menyanyi untuk mewakili sekolahnya dalam kompetisi menyanyi antar SD. Sebenarnya Dul tidak berminat, tapi Halimah mendengar kabar itu dan menyuruh Dul untuk ikut audisi nyanyi. Dengan terpakasa Dul harus mempersiapkan diri menghadapi audisi 'MENYANYI' beberapa hari lagi di kelasnya, tapi ia bingung karena tidak bisa menyanyi. SOMAD-pun menertawakan Dul karena sebagai penggemar K-POP Somad merasa lebih hebat.

BETAWI yang setiap hari Minggu diajarkan oleh ayahnya menyanyi menawarkan bantuan pada Dul untuk ikut berlatih. Awalnya Dul menolak karena tidak terlalu suka menyanyi. Tapi ASRI mendukung bahkan mau ikut latihan di rumah BETAWI. Dan baru latihan sekali Dul malah ketagihan, apalagi saat ayah Betawi memuji suara Dul (yg lebih bagus dari Betawi). Rojali pun terlibat dalam pelatihan vocal Dul. Rojali memberikan pelatihan vocal yang tidak biasa, khusus untuk suara tinggi, Rojali memukul/mencubit Pantatnya Dul dengan keras, Dul pun berteriak dengan nyaringnya. Selain itu juga Dul malah terkadang berlebihan, ia bernyanyi di tempat umum hingga sempat disangka pengamen jalanan oleh Tramtib dan dikejar-kejar bersama Betawi (adegan action).

SOMAD yang berambisi selalu ingin lebih unggul dari Dul. Mengetahui hal ini Somad khawatir dan berusaha untuk bisa menjadi pesaing Dul. Dibantu Bara, ia giat melatih bernyanyi dengan mesin karaokenya.

Pada waktu menjelang Audisi, tiba-tiba suara Dul menghilang. Untung Chyntia datang membawakan ramuan tradisional Obat-obatan China untuk Dul. Berkat pertolongan Chyntia, penyakit Dul cepat dapat disembuhkan dan ia bisa mengikuti Audisi Menyanyi itu. Meskipun pada akhirnya Dul kalah, ia dapat menerima kekalahan dengan lapang dada dan bahagia.

 

Episode 7

 

Suatu hari KALUNG Cynthia yang merupakan warisan keluarganya hilang di sekolah.  DUL dan BETAWI membantu CHYNTIA untuk mencari KALUNG itu. Sementara itu SOMAD memamerkan  sepeda barunya, dan tentu saja sepeda itu sering digunakan untuk berbuat keonaran. Kecurigaan Dul  sempat tertuju pada SOMAD memiliki SEPEDA baru dan berbohong mengenai sepeda tersebut, berbeda dengan Chyntia  yang tidak mau Su'udzon.

Kehilangan kalung berharga itu membuat ayah Cynthia kesal dan mencap lingkungan sekolah yang tidak baik sehingga ia berniat memindahkan Cynthia ke sekolah lain. Dul semakin merasa ingin membantu Cynthia yang sedih bila harus berpisah dengan Dul sahabat yang dikaguminya.

Dul dan Betawi nekat membuntuti Somad untuk membuktikan dugaan mereka bahwa Somad telah menjual kalung untuk membeli sepeda. Namun hal itu tidak terbukti saat Dul dan Betawi mendapat keterangan dari seorang Tukang Kredit yang memang sudah menjual sepedanya pada Somad.

Tapi dari hasil membuntuti Somad-lah, Dul dan betawi mengetahui ada seorang Pria yang berniat menjual Kalung seperti ciri-ciri yang disebutkan Dul. Namun tidak jadi dibeli karena harga yang tidak cocok. Akhirnya Dul dan Betawi melanjutkan penyelidikannya pada Pria itu yang teryata memang maling meskipun pria itu bukanlah yang mengambil Kalungnya Cynthia. Saat masuk ke sarang para maling, Dul dan Betawi ketahuan. Dul dan Betawi kabur (adegan action), malah mereka berdua sempat melawan saat tertangkap namun lepas kembali berkat kecerdikan dan kecerdasan mereka. Para komplotan maling itu terus mengejar, Betawi punya ide dan sengaja berlari ke kantor polisi. Para maling pun mengikutinya tanpa disadari mereka ada di kantor polisi, tertangkaplah mereka. Polisi berterimakasih pada Dul dan Betawi karena berhasil menangkap sindikat para maling.

Dul tetap penasaran siapa yang mengambil kalungnya Cynthia. Setelah mengumpulkan banyak keterangan dan petunjuk, pencarian Dul dan Betawi akhirnya mengarah pada Pak ASEP, sang penjaga sekolah. Ternyata Pak Asep yang memang menemukan dan menyimpan kalung Chyntia mengalami dilema apakah mengembalikan kalung tersebut namun ia belum tau siapa pemiliknya. Sementara dia membutuhkan uang untuk membeli obat penyakitnya walaupun sudah dibantu sekolah.

Berkat Dul, Pak Asep dibawa ke rumah sakit, karena kebetulan Engkong Rojali mendapat rezeki dan ingin mengamalkan sebahagian dari untungnya menjual kambing. Sementara itu Somad mengalami kesialan karena Sepeda-nya tertabrak Angkot ayahnya sendiri saat baru pulang kerumahnya. Karena tidak bisa dipakai akhirnya Somad menyuruh BARA menjual sepeda itu. 

 

Episode 8

 

Sekolah Dul sedang melaksanakan study tour ke sebuah museum (Museum Gajak atau Museum Nasional) di Jakarta Pusat. Saat yang sama, sekolah internasional John Betawi juga sedang field trip ke sana. Dul dan Betawi bertemu. Mereka senang karena bisa bermain bersama. Begitu pun juga Mr. Paul, guru John Betawi ketika pertama kali bertemu dengan Bu Astuti. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sukanya. Mr. Paul lalu berkenalan dengan Bu Astuti. Tapi sayang, kesibukannya sebagai guru yang harus selalu mengasawi anak murid, membuat pertemuannya dengan Mr. Paul hanya sebentar.

Sementara itu, Somad dan Bara memanfaatkan study tour ini untuk bermain sesuka hati. Ia tidak pernah mencatat informasi-informasi yang menjadi tugas study tour di museum. Somad dan Bara melampiaskan kenakalannya dengan menakut-nakutin murid lain dengan topeng yang mereka bawa dari rumah. Beberapa murid sempat menjadi korban sebelum karena kecerobohannya, Somad dan Bara menjatuhkan dan merusak salah satu patung yang ada di sana. Alhasil, mereka dikejar-kejar Petugas Museum.

Mr. Paul masih ingin mendekati Bu Astuti. Untuk itu ia meminta bantuan John Betawi untuk mengumpulkan informasi tentang Bu Astuti. Lalu John Betawi dan Dul mengikuti Bu Astuti. Ternyata, di perjalanan, Bu Astuti dipalak Preman. Dul dan Betawi tidak tinggal diam. Mereka lalu berkelahi dengan Preman uantuk menolong Bu Astuti. Bu Astuti senang lalu menraktir Dul dan Betawi makan bakso. Pada saat itulah Dul dan Betawi mengorek banyak informasi tentang Bu Astuti. Mr. John sangat senang dengan informasi yang ia dapatkan dari Betawi.

Satu saat, Mr. Paul mendatangi Bu Astuti ke sekolahnya. Bu Astuti pun sepertinya senang dengan kedatangan Mr. Paul. Tapi ternyata momen menyenangkan ini menjadi peristiwa yang menyedihkan bagi seorang lelaki yang selama ini menyukai Bu Astuti, yaitu Rojali, Engkongnya Dul.

 

Episode 9

 

Engkong Rojali galau karena Bu Astuti, guru sekolah Dul, yang selama ini jadi demenannya sedang didekati Mr. Paul, guru di sekolah international Betawi. Mulai saat itu, Rojali sering terlihat sedih. Rojali tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada orang lain. Tapi ia punya teman curhat yang sangat setia, yaitu Si Ganteng, salah satu kambing jantan peliharaannya. Satu saat, aktifitas curhat Rojali pada kambing terintip Somad dan Bara. Somad dan Bara mentertawakan perilaku Rojali dan menuduhnya gila. Rojali marah besar lalu mengejar Somad dan Bara untuk memberi pelajaran, tapi lari Somad dan Bara cukup kencang sehingga Rojali tidak berhasil mengejarnya. Somad dan Bara melaporkan peristiwa ini pada babenya yaitu Sabeni, bahwa ia dikejar Rojali dan diancam. Sabeni marah besar lalu berniat untuk melabrak Rojali.

Dul dan Betawi ketempuan oleh aksi Rojali mengejar dan mengancam Somad. Ketika mereka bertemu dengan Sabeni di jalan, Dul dan Betawi menjadi sasaran kemarahan Sabeni. Sabeni memerintahkan Dul untuk bicara pada Rojali agar meminta maaf padanya. Dul menolak permintaan Sabeni. Sabeni memaksa, ia akan menunggu Rojali di rumahnya, dan sebagai jaminan, ia sandra Betawi sampai Rojali datang dan meminta maaf. Dul dengan terpaksa menyampaikan pesan dan permintaan Sabeni pada Rojali. Rojali yang dilapori hal ini tidak perduli. Ia juga tidak perduli pada Betawi yang menjadi sandra. Bahkan ia menyalahkan (gara-gara guru) Betawi lah ia menjadi galau. Dul tidak kehilangan akal, ia berusaha bujuk Rojali melalui Bu Astuti. Rojali bergeming, ia lalu berubah pikiran dan bersedia meminta maaf pada Sabemi demi Betawi. 

Sementara itu Jennifer diantar Cynthia Asri mencari Betawi di rumah Dul mencuri dengar tentang Betawi yang disandra Sabeni. Mereka bertiga ikut menjadi panik. 

 

Episode 10

 

Akhir-akhir ini Jennifer kesal pada Betawi yang selalu menghindar darinya. Sampai-sampai Betawi sepanjang hari bermain di rumah Dul hanya gara-gara Jennifer selalu datang ke rumahnya hanya untuk menyuruh Betawi mengerjakan PRnya. Apalagi Jennifer tahu bahwa Betawi sekarang lebih sering bermain dengan Asri yang membuatnya semakin kesal pada Betawi dan Asri. Di lain tempat, Somad juga merasa bete pada si Dul karena Cynthia selalu memuji Dul dalam segala hal. Meskipun Somad sudah habis-habisan melakukan tindakan yang terpuji (seperti menolong ibu-ibu gemuk yang mau menyebrang, tapi selalu sial) di depan Cynthia agar mendapat perhatiannya, tapi tetap saja Cynthia memuji si Dul.

Suatu hari di Sekolahnya Dul, masuk Orang gila yang sempat menyandera Bu Astuti, tapi dengan keberanian si Dul, Orang Gila itu berhasil diatasi (action). Lagi-lagi Cynthia memuji Dul di depan Somad yang membuat semakin kesal pada si Dul. Besoknya Dul, Betawi, Asri dan Cynthia berolaraga dengan bersepeda. Somad dan Bara memata-matai mereka, ternyata Jennifer juga memata-matai Betawi dan secara kebetulan Somad dan Jennifer bertemu. Bara mengomporinya bahwa mereka punya masalah yang sama.

Akhirnya Somad dan Jennifer menghampiri mereka, Somad menantang Dul di depan Cynthia untuk balapan sepeda, sedangkan Jennifer menantang Asri untuk balapan lari. Meskipun Dul sudah dinasehati Asri tapi Dul tidak bisa menahan emosi pada Somad yang mengejeknya. Akhirnya mereka pun balapan sepeda. Begitu juga Asri dan Jennifer.

Asri akhirnya menang, tapi Dul mengalami kecelakaan meskipun tidak terlalu berat lukanya, karena Somad bermain curang dengan menaburi Paku Payung dijalanan. Dan pada akhirnya Somad menabrak pohon. "Mau Untung.. jadi Buntung deh".

ABOUT | CONTACT US | CAREER | CSR